Semenjak menikah, keberadaan ART (Asisten Rumah Tangga) sangat pentiing banget bagi si ibuk. Ibuk sangat berterima kasih atas kehadiran semua ART yang pernah singgah dirumah si ibuk baik yang hanya satu hari sampai yang bertahun-tahun.

Ketika mendekati waktunya lebaran, si ibuk selalu mulai galau deh. Si mbak ini yang 'rasanya' udah cocok dalam segala hal ama si ibuk, kira-kira bakal balik lagi apa enggak ya?

Apalagi waktu anak-anak masih bayi atau toddler, waahh si ibuk selalu deg-deg an kalo denger si mbak memulai percakapan dengan kata 'Maaf bu'.
"Maaf bu, baju ibu kena luntur." (aaaa tidaaaak... baju baru ibuuuk),
"Maaf bu, saya mau pulang dulu, kakak saya mau kawin." (perasaan dulu ceritanya kakaknya udah kawin deh. Oke, mungkin kakak yang lainnya)
"Maaf bu, saya mau pulang, paman saya mau dilamar." (terus kamu harus pulang juga mbak??) Atau berbagai alasan lainnya yang kadang diragukan kebenerannya. Jangan sampe si ibuk dengar "Maaf bu, Saya mau pulang karena kambing saya mau kawin." Oowh... si ibuk sebeeel banget sama alasan-alasan gini.

Belom lagi kalo ditanya, "balik lagi gak mbak?"
Dia jawab, "belum tau bu... Lihat gimana nanti."
Jadiii si ibuk ini kamu 'gantung' mbak?? Grrrrrrhhhhh...

Pokoknya si ibuk pengen pingsan aja pas si mbak pulang kampung. Wake me up when si mbak udah balik.

Tapi alhamdulillah banget, setelah gonta-ganti berkelana, si ibuk akhirnya bisa punya 'mbak I' yang dulu bertahan di rumah sampai kira-kira 7 tahun sebelum akhirnya keluar karena dia mau jualan. Dan 'mbak L' yg bertahan 3 tahun lebih, yang kali ini janjinya mau balik lagi tapi belom balik sampe sekarang. Hanya Tuhan yg tau alasannya belom balik apa karena siapanya yg kawin. Jadi sekarang si ibuk kembali enggak punya ART.

Tapi semenjak anak-anak sudah lebih besar dan pulang lebih sore, si ibuk alhamdulillah udah enak banget, Udah mulai santai menghadapi rumah tanpa bantuan ART. Si ibuk punya beberapa strateginya, antara lain:

Bersyukur ...

Ini adalah hal pertama dan sangat penting dilakukan di setiap kondisi. Misalnya, meski jari tangan si ibuk jadi keriput karena keseringan cuci piring ditambah lagi dengan telapak tangan menjadi kapalan keseringan pegang sapu dan pel, tapi tetap bersyukur, karena ternyata si ibuk menjadi lebih hemat, dana buat sang ART bisa lari ke dompet ibu (asiiikk sepatu baru menungguu....uhuuyy....). Atau meskipun terasa lelah di penghujung hari, tetapi si ibuk merasa semua keluarga menjadi lebih dekat karena semua bertanggung jawab atas kebersihan rumah. Atau meski tangan si ibuk bau bawang putih dan berwarna kuning terkena kunyit, si ibuk senang mendengar pujian dari adek: "this is the best tofu ever" katanya. Masih banyak hal kecil lain yang bisa disyukuri agar si ibuk dengan ikhlas dan senang hati mengerjakan semua.

Jangan panik

Jangan hanya membayangkan bakal repot ini-itu. Tak perlu takut enggak bisa nonton drama korea, enggak bisa olahraga, enggak ada me time lagi. Worry-less. Kerjakan satu per satu. INGAT, meski ditunda, kapanpun juga yang bakal ngerjain ya saya saya juga. Jadi dimulai kerjakan saja, jangan terlalu banyak dibayang bayangkan.

Atur waktu dengan baik

Tulis semua jadwal pekerjaan yang harus dikerjakan dan rincikan menjadi per hari per minggu (foto). Seiring dengan waktu, kita bisa menyesuaikan jadwal dengan ritme kita sendiri.
dailyibu-1

Delegasikan beberapa pekerjaan ke anak-anak dan si ayah. Kalau perlu ditulis.

Pekerjaan sederhana pun tidak apa apa, selain meringankan tugas ibu juga bagus untuk cara kerja otak anak-anak (ini bisa jadi senjata utama alasan untuk menyuruh). Paling tidak, minimal dapat bermanfaat mereka pribadi aja dulu, misalnya cuci piring sendiri, lipat selimut sendiri, beres-beres setelah main,... kemudian setelah konsisten dan menjadi kebiasaan, baru si ibuk tambah tugasnya... 😎😎😎
daftartugas

Kalo capek, berhenti!!!!

Semua pekerjaan pasti masih bisa menunggu. Ketika badan terlalu lelah, ritme kerja boleh diperlambat. Misalnya nyuci baju jadi 2 hari sekali, cuci kamar mandi disambil mandi, ngelap enggak perlu setiap hari tapi seminggu 2 kali, masak bisa 2 hari sekali untuk lauknya, sedangkan sayurnya yang gampang-gampang aja (rebus apa sop), mencuci keset bisa dilakukan seminggu sekali.

Manfaatkan teknologi yg ada

untuk mempermudah pekerjaan, semampu kita upayakan untuk memanfaatkan teknologi. Misalnya pake microwave untuk mengukus, pake gojek untuk membantu belanja dan pesan makanan, pake dryer untuk mengeringkan pakaian.

Do your best

Serius mengerjakan semua pekerjaan. Ingatlah kita mau cepat-cepat atau pelan-pelan, tetap juga kita yang akan mengerjakannya. Tapi semakin pelan akan semakin menumpuk pekerjaan kita. Jika kita mengerjakannya dengan baik, maka mempermudah kita mengerjakannya di lain waktu, misal mengelap kaca dilakukan sampai sangat bersih, maka jadwal untuk mengelap kaca berikutnya bisa dilakukan dalam rentang waktu lebih lama, misalnya dari seminggu 2 kali bisa menjadi seminggu sekali.

Minta bantuan

Jika mulai terasa tidak sanggup, bisa mencari ART yg pulang pergi untuk membantu cuci setrika baju atau bisa gunakan jasa laundry kiloan. Ini sih sangat membantu banget..

Gak usah sedih kalau tidak ada yg notice hasil kerja kita

Kerjakan dengan senang dan ikhlas (gampang nulisnya susah dipraktekannya). Pernah suatu hari si ibuk membersihkan keran kamar mandi sampai bisa ngaca (tips untuk caranya menyusul), tapi enggak ada yang notice sampai keran itu berkerak lagi, bersihin lagi, berkerak lagi. Akhirnya si ibuk berpikir bahwa membersihkan keran ini buat penyegar mata si ibuk sendiri jadi si ibuk dengan sangat senang melakukannya ...

Do it your way

Si ibuk kalo nyetrika sukanya sambil nonton drama korea. Meski banyakan nontonnya daripada nyetrikanya, tapi kan hati senaang.

Kasih reward ke diri sendiri

Misalnya kasih reward satu hari setiap minggunya si ibuk bebas tugas masak, jadi boleh pesan makan di luar. Atau, boleh beli wajan baru kalau si ibuk berhasil menahan amarah lebih dari 3 hari (pantesan aja wajan dirumah belum nambah-nambah)

Kalo si ibuk lagi bosan mengerjakan pekerjaan rumah, ya udah ibuk duduk selonjoran aja liat fesbuk atau bobo manis. Jangan lupa, bersosialisasi tetap perlu! Misalnya, sebulan sekali pergi creambath sebentar,atau ngobrol di arisan atau ngopi cantik bersama teman, buat si ibuk ini penting untuk keep my sanity walaupun yang si ibuk obrolin hanya setrikaan di rumah yang masih dua keranjang. Ini juga penting supaya si ibuk tetap 'segar' ketika tiba waktunya berjumpa dengan semua anggota keluarga. Pokoknya dibawa santai dibawa senang ...

happy ibuk happy life 😊😊