Kadang si ibuk suka bertanya-tanya sendiri... kenapa silaturahmi itu penting ya?

Menurut si ibuk, alasan kenapa silaturahmi ini pahalanya besar adalah karena kadang maleeeesss banget untuk berangkatnya. Kalau mudah, mungkin pahalanya ga banyak ya 😜. Sering banget kalau udah mau pergi, adaaaa aja yang kayaknya menghalangi ... misalnya tiba-tiba kelihatan kaca jendela kok kurang bersih, jadi pengen bersihin dulu. Nah kalo udah bersihin kaca jadinya nanggung kan, harus bersihin semuanya juga sekalian ya ... kalo gini udah deh bisa ga jadi pergi.Β Ternyata buat si ibuk berangkatnya aja yang cukup berat.Tapi sekalinya udah pergi, pas udah sampe dan ngumpul biasanya malah nggak mau pulang. Ini maunya apa sih ya? πŸ˜‘πŸ˜‘.

Setelah "lumayan" sering bersilaturahmi, si ibuk coba untuk merenungi esensi dari bersilaturahmi. Ternyata dengan bersilaturahmi kita nggak hanya catch up berita (baca: gossip), tetapi juga bisa untuk:

  1. Ladang rejeki (gelar dagangan)
  2. Ladang menimba ilmu
  3. Membuat diri menjadi manusia yang lebih bersyukur

Di setiap silaturahmi, si ibuk selalu mencoba mendengar dan mengambil ilmu dari setiap orang yang si ibuk temui. Supaya ada manfaat lebih yang si ibuk dapat bukan cuman dapat serunya gossip aja. Entah ilmu masak, ilmu menyetrika yang baik, atau ilmu apa saja yang dapat diperoleh. Kadang juga kalau berkunjung menjenguk orang yang sedang sakit, si ibuk jadi belajar cara menjaga diri dan keluarga agar sehat selalu. Atau kalau sedang ngelayat (ini mah bukan silaturahmi ya?) jadi langsung merenungi diri bahwa si ibuk sudah diberi umur sampai saat ini, apakah sudah dimanfaatkan sebaik mungkin? Apa sudah cukup bekal untuk dibawa ke "sana"?

Ditambah lagi dengan ketemu hadis ini, si ibuk jadi makin semangat silaturahminya πŸ˜†

"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung tali silaturahmi" (Sahih al-Bukhari:2067)

unsplash-logoRoman Kraft