Buku ini datang kemaren, langsung dibaca bolak-balik sama si bungsu "little L"-nya si ibuk.

Setelah  baca kalimat pertama di dalam buku "... she was going to be a  scientist, not a princess, ..." langsung little L bilang, "buku ini cocok  banget buat adek. Terima kasih ibuuk," sambil ambil kaca pembesar (langsung berasa scientist dia 😅).  Little L memang ga pernah suka  princess-princess an kecuali sekali pernah kena demam Elsa Frozen, tapi cita-citanya sekarang mau jadi ilmuwan (kalo perempuan jadi ilmuwati  ya??) .

Dalam buku yang terdiri dari 28 halaman ini, isi kalimatnya per halaman hanya terdiri dari 3 kalimat. Ceritanya singkat dan padat, tapi sarat ilmu pengetahuan.  Gambarnya juga menarik dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti isinya, makanya nggak heran kalo Little L seneeng banget bacanya dibolak-balik.

Isi ceritanya mengenai biografi Marie Curie, penemu atom Polonium dan Radium, yang menjadi perempuan pertama penerima Nobel Prize untuk kategori Fisika.  Dimana pada masa itu di negaranya Marie Curie, hanya laki-laki yang boleh bersekolah tinggi.  Jadi, kebayang kan betapa kerennya perjuangan Marie Curie harus extra untuk bisa sekolah. Oh iya, si ibuk cuman mau ngingetin, kalo baca buku, jangan lupa diskusikan dengan anak moral story yang bisa didapat dari buku bacaaan. Supaya, semoga nantinya anak- anak bisa tarik kesimpulan yang baik dari berbagai macam bacaaan.

Dan ternyata bukan hanya Little L yang seneng sama buku ini, Si ibuk juga seneng banget sama buku ini. Si ibuk belinya di @buku_campernik, Mbak Tessa yang punyanya juga ramah banget 😊😊.  Ada cukup banyak buku seri "Little People, Big Dreams" ini dan si ibuk berniat pelan-pelan ngumpulin koleksinya.  Semoga segera tercapai 😇