ASI adalah hal terbaik yang dapat diberikan seorang ibu pada anaknya.

Tetapi ketika sang ibu harus memakaikan botol susu pada buah hatinya, beberapa hal perlu diperhatikan dengan cermat agar kesehatan anak anda dapat tetap terjaga dan meminimalisir/menghilangkan risiko akan terekspos zat-zat kimia yang berbahaya.  Berikut dasar-dasar yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih dan merawat botol susu bayi anda:

  1. Polycarbonate:  Adalah plastik yang dapat melepaskan BPA dan biasanya ditemukan pada botol yang memiliki kode #7 pada labelnya atau pada bagian dari botolnya.  HINDARI produk dengan kode #7 ini.

  2. Plastik yang lebih aman:  Pilihlah botol dengan kode huruf PETE (Polyethylene#1) atau PP (polypropylene#5) yang menjadi alternatif plastik yang cukup aman.  Botol-botol ini bebas polycarbonate dan biasanya terbuat dari plastik yang tidak kaku dan mempunyai warna yang agak buram.

  3. Botol kaca:  Jika memungkinkan, pilihlah botol kaca.  Dengan botol kaca anda mengurangi kemungkinan terekspos bahan beracun sampai dengan 0%.

  4. Plastik lama:  Buang botol bayi dan sippy cup polycarbonate lama atau yang sudah tergores.  Plastik yang tergores, berawan (tidak bening) dan retak memiliki potensi yang besar akan melepaskan bahan kimia berbahaya.  Goresan juga dapat mejadi tempat pembiakan bakteri.

  5. Mencuci plastik:  Jangan pernah mencuci botol plastik anda di dishwasher atau air yang sangat panas karena dapat mengakibatkan lepasnya bahan kimia berbahaya.  Cucilah botol dengan tangan pada air yang hangat-hangat kuku.

  6. Dot botol bayi:  Biasanya terbuat dari silicon atau latex.  Silicon mempunyai warna yang lebih terang dan aman, karena latex berpotensi melepaskan zat racun karsinogenik (zat penyebab kanker)