Si ibuk sering bingung banget taro seprai, bantal, bedcover cadangan, kain pemberian ibu dan ibu mertua, serta kain-kain perca yang buat kegiatan craft si ibuk (yang gak tau kapan bakal dikerjainnya).

Dulu, si ibuk simpan semua seprai dan bedcover pemberian ibu dan mertuanya si ibuk. Alhamdulillah sampai sekarang si ibuk belum pernah beli bedcover baru. Hemaaat 💃💃. Belum lagi urusan kain-kain pemberian orangtua, ibu dan mertuanya si ibuk penyuka kain. Jadi kalau mereka bongkaran kain koleksi mereka, si ibuk juga kecipratan banyak kain jaman dulu. Seneng banget. Selain itu, si ibuk juga menyimpan koleksi kain perca untuk craftnya si ibuk yang nambah melulu. Eits jangan lupa handuk-handuk yang si ibuk beli saat sedang sale juga harus disimpan. Pokoknya semua disimpan aja dulu. Tapi kebayang kan si ibuk harus puter otak cari tempat penyimpanannya.

Biasanya si ibuk tumpuk-tumpuk di lemari atau tumpuk di container dalam gudang. Tapi makin lama, makin banyak dan makin menumpuk. Dengan lemari dan gudang yang terbatas, si ibuk harus bener-bener pilih banget mana yang harus disimpan (ini bener-bener suliiiit, semuanya si ibuk suka dan semuanya rasanya perlu).

Semenjak baca buku Marie Kondo (The Live Changing Magic of Tidying Up), si ibuk mulai belajar hanya menyimpan barang yang bener-bener dipakai, barang yang punya sparks, dan cadangan juga hanya seperlunya. Walaupun belum sepenuhnya terlaksana, tapi rasanya udah jauh banget kemajuannya dibandingkan jaman dulu.

Sejak itu, ada beberapa hal yang jadi fokusnya si ibuk untuk hal per-kain-an ini:

  • Si ibuk tulis semua yang si ibuk simpan. Jadi si ibuk tau pasti apa-apa aja yang si ibuk masih punya yang ga boleh dibeli lagi. Misal: handuk baru ada berapa, kain batik yang mau dijahit ada berapa, dsb. Termasuk kain perca atau kain felt untuk kegiatan "craft".
  • Yang sudah ada di rumah dan kira-kira gak bakal kepake sama si ibuk dihibahkan aja atau malah ada beberapa kain lawas dan bahan kerajinan tangan yang si ibuk jual.
  • Kalau ibu atau ibu mertua si ibuk lagi bongkaran kain, si ibuk hanya bener-bener ambil yang si ibuk perlu saat itu. Kalo memang gak perlu, hanya karena sayang atau baru akan dipake suatu hari nanti (ga tau kapan) si ibuk gak bakal ambil.
  • Jadi si ibuk udah ga mau simpen simpen barang yang sifatnya "siapa tau nanti bakal dipake" (which is jarang banget kejadian dipakenya) atau simpen-simpen untuk dipakai anak-anak kalau sudah besar nanti. Enggak mau ah, nanti mereka juga udah punya selera lain. Paling satu atau dua kain lawas aja yang si ibuk simpan untuk mereka nantinya.
  • Sedangkan yang kain dan benang untuk craft, si ibuk belum boleh tambah lagi kecuali sudah tau mau ditaro dimana dan mau dibikin apa.

Nah, Si ibuk sekarang punya cara baru untuk menyimpan semua ini, setelah liat di video lifehacks (memang si ibuk ni kudet, baru ketemu caranya sekarang). Si ibuk bahagiaa banget menemukan caranya. Solusinya adalah pakai plastik vakum. Sungguhlah si ibuk berterima kasih sangat kepada penemu plastik vakum.

Cara pakainya gampaang banget, tinggal pisahkan kain sesuai kategori lalu masukkan ke dalam plastik vakum. Keluarkan udara dari dalam plastik sampai kempes banget. Lalu simpan. Cepat dan ringkes.

Si ibuk pakai cara ini untuk menyimpan segala macam kain pemberian orangtua, seprai cadangan dan bedcover, juga bantal cadangan atau bantal tamu yang jarang dipake. Seneng deh jadinya tipis semua (label di bungkusnya sih bilang bisa sampai 75% lebih tipis dari ukuran asli). Si ibuk juga gunakan plastik vakum ini untuk menyimpan baju-baju bayi berdasarkan kategori umur supaya kalau adeknya si ibuk punya baby, bisa dibuka sesuai umurnya aja. Khusus untuk kain-kain "harta karun" kerajinan tangan si ibuk, setelah dimasukkan ke dalam plastik vakum, juga dimasukkan ke container sebelum disimpan di gudang. Memakai plastik vakum ni membuat kain masih bagus dan lebih awet. Kalau untuk kain lawas dan kain perca, biasanya si ibuk tambahin beberapa kapur barus (yang ada bungkusnya) ke dalam plastik vakum. Daaan gak lupa si ibuk kasih label untuk daftar isi dalam satu plastik vakum. Supaya gak semuanya dibongkar waktu mencari kain.

Banyak keunggulannya menyimpan dengan cara ini, selain kain menjadi lebih awet, ketika si ibuk lagi beberes kain (6 bulan sekali) jadi makin tau mana yang sebenarnya si ibuk benar-benar perlukan dan mana yang enggak. Kadang ada yang saat ini disimpan karena rasanya perlu, gak taunya 6 bulan mendatang udah jadi kategori dihibahkan.
selimutbantal
Plastik vakum ini bukan hanya bermanfaat untuk menyimpan cadangan aja, untuk urusan travelling pun si ibuk juga selalu bawa untuk menyimpan pakaian kotor ataupun untuk pakaian bersih supaya bisa dimasukkan ke koper yang lebih kecil. Memang, hasilnya agak lecek aja ketika mau dipakai. Tapi tetep praktis banget mempermudah urusannya si ibuk. Kadang juga kalo lagi travelling si ibuk pisahkan, satu plastik untuk pakaian hari pertama, hari kedua satu plastik sendiri lagi, dst. Jadi gampang ambilnya gak perlu dibongkar semua. Sangat membantu kalau perjalannya pindah-pindah tempat penginapan. Apalagi kalo jalan-jalan jarak jauhnya pake mobil dan tas-tas harus disimpen di atas (roof rack)... Wah, cara ini juga bisa melindungi baju dari basah kalo pas lagi apes kena hujan dan plastik penutup koper di roof rack-nya kebuka.

Jenis plastik vakum ini bermacam-macam

Plastik vakum yang tersedia ada yang bisa hand-rolled, ada yang bisa pakai vacuum cleaner, ada juga yang menggunakan vacuum khusus dari produknya. Tapi, plastik yang harus pakai vacuum khusus dari produknya pun ternyata masih bisa kok udaranya dikeluarkan dengan di rolled aja. Atau si ibuk biasanya juga pake plastik klip yang ukuran paling besar untuk pakaian dalam fungsinya tetap sama kok.
alatvakum-1
Alat vakum khusus ini kayaknya kurang kuat untuk menarik udara dari plastik, jadi lebih lamaaa prosesnya. Mungkin seharusnya pakai vacuum cleaner biasa lebih cepat (si ibuk belum pernah coba). Atau mungkin si ibuk aja yang kurang jago pakenya,... Jadi si ibuk selalu lebih suka pake tangan untuk mengeluarkan udara dari plastik meski tangan jadi merah-merah sedikit.

Harga plastik vakum ini (2017)

  • Ace Hardware
    Plastik vakum hand-rolled: Rp59rb-80rb isi 2pcs / 4pcs
    Plastik vakum original (vacuum dijual terpisah): Rp100rb-179rb isi 2pcs / 3pcs, tersedia juga ukuran jumbo
  • Ikea
    45x55 cm: Rp29rb / 2pcs
    55x85 cm: Rp39rb / 2pcs
    Yang paling besar (si ibuk lupa ukurannya): Rp49rb / 2pcs
  • Daiso
    Ukuran M: Rp25rb / 2pcs
  • Di Toko Plastik Cilandak
    Plastik klip ukuran 30x40 cm (kira-kira isi 50): Rp55rb

Saat travelling, biasanya untuk menyimpan pakaian dalam atau kaos kaki, si ibuk suka pakai plastik klip atau plastik vakum yang handrolled merk Daisho size S. Hanya merk ini yang menyediakan size yang kecil dan pas untuk travelling. Tapi sayangnya gak setahan merk yang lain. Plastiknya tipis dan kira-kira sekitar 10 kali pakai klipnya mulai loyo. Dari semua plastik vakum yang sudah si ibuk coba, si ibuk paling suka yang dari Ikea. Size-nya ada yang besar bisa menyimpan bantal dan bedcover, tapi tidak terlalu besar seperti yang ukuran Jumbo dari ACE Hardware. Selain itu klipnya kuat. Si ibuk coba simpan bantal dari setengah tahun yang lalu, sampai sekarang belum menggelembung plastiknya.

Sampai saat ini, plastik vakum jadi salah satu senjata andalan si ibuk buat simpen menyimpan kain.