Tersumbatnya saluran air mata pada bayi, atau dengan nama lain congenital nasolacrimal duct obstruction, adalah hal yang cukup sering terjadi...

Diperkirakan hal ini terjadi pada 75% bayi, namun symptom dari kondisi ini hanya muncul pada 6% dari kejadian-kejadian tersebut. Salah satu symptom tersumbatnya saluran air mata ini adalah banyaknya air mata yang keluar dari mata bayi.  Lendir yang biasanya keluar melalui tepi mata juga tidak dapat turun ke saluran tersebut sehingga mengering di sekitar mata atau nyangkut di bulu mata.  Kadang-kadang, bakteri mengumpul di saluran yang tersumbat tersebut mengakibatkan terjadinya infeksi yang harus diobati dengan tetesan antibiotik.

Air mata masuk ke dalam saluran melalui puncta, yaitu bukaan pada sisi mata yang terdekat dengan hidung.  Air mata tersebut kemudian mengalir sampai ke ujungnya yaitu di dalam hidung.  Inilah sebabnya kenapa pada saat anda menangis biasanya disertai dengan ingus.  Di dalam saluran air mata ini terdapat beberapa katup yang menjaga agar air mata mengalir ke arah yang tepat dan memblokir lendir dan hal lainnya agar tidak mengalir ke arah sebaliknya.

Bayi yang mengalami gangguan saluran air mata biasanya disebabkan oleh tertutupnya salah satu atau lebih katup pada saluran tersebut.  Maka, untuk menyembuhkan gangguan ini katup tersebut harus dibuka.  Umumnya katup tersebut terbuka secara spontan dengan sendirinya, tetapi pada beberapa kasus perlu dilakukan operasi untuk membuka katup tersebut.  Kapan waktu yang tepat untuk memutuskan dilakukannya operasi adalah hal yang kontroversial.

Perawatan dimulai dengan menggunakan antibiotic eye drops (dengan konsultasi dokter mata terlebih dahulu tentunya).  Kemudian, disarankan agar meletakkan kain bersih hangat ke mata yang saluran air matanya tersumbat dan urutlah dengan gerakan lembut seperti berikut:  Dengan menggunakan jari kelingking (potong pendek kuku anda terlebih dahulu) tekanlah bagian pinggir mata (yang dekat dengan hidung) dari atas ke bawah.  Lakukan ini dua sampai enam kali per hari.  Lebih baik apabila dilakukan setiap mengganti popok.  Teorinya, tekanan ke arah bawah pada saluran tersebut akan menambah tekanan pada sumbatan dan mamaksanya untuk membuka.

Apabila dirawat dengan cara mengurut seperti di atas, kurang lebih 90% dari kejadian penyumbatan akan sembuh sebelum bayi anda berusia satu tahun.  Mereka yang gagal akan dirujuk ke ophthalmologist yang akan mencoba untuk membuka saluran tersebut.  Cara yang biasa dilakukannya adalah dengan menggunakan kawat tipis yang dimasukkan ke dalam saluran air mata untuk membuka sumbatan (jangan lakukan sendiri... hal ini harus dilakukan oleh ahlinya.  Pergilah ke ophthalmologist).  Prosedur ini biasanya dilakukan dengan terlebih dahulu dibius total.

Ada anak-anak dengan saluran tersumbat yang tidak terbuka dengan sendirinya hingga berusia lebih dari satu tahun.  Hanya saja hal tersebut jarang terjadi.  Success rate dilakukannya perawatan menggunakan kawat turun dengan drastis setelah anak berusia satu tahun.  Kira-kira 90% anak-anak berusia dibawah satu tahun yang diobati menggunakan kawat dapat dengan sukses terobati.  Angka ini jatuh menjadi 70% sebelum 18 bulan dan kemudian menjadi 50% setelah 18 bulan.  Jika perawatan menggunakan kawat gagal, maka operasi harus dilakukan.

Tidak ada salahnya jika anda menunggu dan terus mencoba melakukan perawatan dengan teknik mengurut, tetapi jika cara tersebut gagal, kemungkinan akan semakin sulit bagi opthalmologist untuk membuka sumbatan tersebut.  Lebih baik anda diskusikan hal ini dengan dokter spesialis anak langganan agar anda dapat menyusun rencana yang tepat.

Diterjemahkan secara bebas dari: ivillage.com